hari pertama menjadi diri baru

Mungkin hal terburuk yang harus diterima saat ini adalah kenyataan, bahwa semua sudah tidak ada kecocokan lagi. harus merelakan bahwa kesalahpahaman menimbulkan sakit hati. harapan yang tidak sesuai kenyataan membuat aku overthingking dan menerka-nerka. padahal cinta adalah bucin. karena cinta, matilah segala penjelasan. karena cinta, matilah segala pemikiran-pemikiran buruk, dan kita rela menjadi sebagaimana pasangan kita inginkan. bukankah begitu yang kau rasakan?

hari ini, aku tau semuanya. terkejut. pasrah. apapun itu, intinya adalah mencoba memaksa aku bersikap iklas dan menerima. bahwa dia sudah tidak lagi milikku. rasa itu sudah lama tiada didalam hatinya. dan bodohnya, untukku, perasaan mau kepadanya masih terus ada dan tertanam. 

sepertinya memang sudah seharusnya iklas dan menerima, bahwa dia tidak mau lagi denganku. tidak ada yang perlu ku rubah semuanya, karena menerka-nerka apa yang pasangan mau adalah hal yang buruk, dan bikin sakit hati jika tidak sesuai. juga buang-buang waktu. andaikan dia mengatakan sebagaimana maunya, mungkin aku bisa berubah. tapi, jalan tuhan menghadirkan bahwa dengan itu, kami sudah cocok lagi.

aku iklas menerima. walaupun pahit untuk menelan. walaupun pedih, harus ku tahan, dan merelakannya.

sekarang hubungan itu telah tiada. kenangannya masih. rasa sulit menerima juga. tapi aku bukan pengemis cinta, dan memaksakan semuanya sesuai keinginanku. percuma memaksakan hal yang sudah tidak sesuailagi, demi ego saja. aku takut mengenal perempuan. pingin hidup sendiri satu atau dua tahun kedepan. 


"jujur ya, semuanya udah enggak ada rasa lagi, udah hambar", kata-kata yang keluar darinya, dan menampar aku pada malam itu. tentu, itu atas segala sikap-sikap aku yang terjadi dulu, yang membuat dia tidak suka namun tidak diungkapkan olehnya. aku yang sok jagoan, mencoba baik, ingin selalu ada, merasa memiliki, ternyata gagal. itu hanya anggapanku, bahwa aku baik dan disukai. dan, dia tidak beranggapan seperti itu. aku merasa kebaikan-kebaikan sudah cukup. ternyata salah. dan aku memang tidak mengerti apa yang perempuan mau sesungguhnya. aku payah.

aku tidak tau masih mau sama dia atau tidak. karena setiap kami baik-baik saja rasanya aku ingin mengakhiri semuanya. tapi ketika dia tiada, aku ingin dia ada bersamaku. apakah ini benar mau dan cinta atau aku tidak siap patah hati? harusnya, jika betulan suka, aku tidak ingin semua berakhir. tapi perasaan berakhir itu selalu muncul. 

aku engga tau apa yang aku suka darinya. semua dari dia adalah biasa aja. wajah tidak cantik, parasnya biasa saja, hanya kaki dia saja yang putih. bukankah banyak wanita yang seperti itu? keluarganya aku kurang suka, ayahnya tidak taat agama, dan berbeda dari keluargaku. sikapnya biasa aja, dan dia selalu memanfaatkanku. aku pernah berurusan tentang uang dengannya, dan dia mempermainkanku. 


"sebenarnya aku memang menyukai dia, atau karena ego saja untuk dapat memilikinya? aku selalu memikirkan perempuan lain yang lebih baik dari dia, dan lebih cantik juga."

"Mempertahankan sesuatu yang sudah tidak ada lagi untukmu, adalah hal yang paling buruk dan merendahkan harga dirimu sendiri, dan aku melakukan itu."

"mengemis cinta pada orang yang tepat saja perbuatan yang salah, apalagi pada orang yang tidak tepat. karena orang yang tepat, tidak pernah membuat kau mengemis padanya"

"sepahit apapun obat, harus ditelan. sepahit apapun kenyataan, harus kau terima"


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hari ketiga menjadi diri baru

belum siap